SETETES HARAPAN KEPADA KAHMI

Sejak berdirinya pada tanggal 17 September 1966, Korps Alumni HMI (KAHMI) senantiasa menjadi perhatian yang cukup pada kalangan HMI, begitu pun proses pengembangan KAHMI di kalimantan tengah akhir-akhir ini tidak lepas dari perhatian HMI dan melahirkan harapan. Munculnya perhatian dan harapan dari kalangan HMI cukup beralasan karena KAHMI sendiri lahir di bumi Indonesia pada saat kongres HMI, tepatnya pada kongres HMI ke 8 di Solo, KAHMI lahir bersama-sama dengan Korp HMI-wati (KOHATI).

Dilihat dari sisi histories KAHMI dan KOHATI dibentuk dari satu induk organisasi yang sama, akan tetapi perjalanan hidup kedua organisasi ini berbeda, walaupun masih ada persamaan. Ide mendasar terbentuknya KAHMI adalah keinginan adanya wadah kekeluargaan alumni HMI, hasrat ini kemudian tersalurkan pada musyawarah Nasional Alumni HMI pada forum kongres HMI yang ke 8 di solo pada 10-17 September 1966. Melalui deklarasi Munas alumni HMI 15 September di sepakati di bentuknya Korps Alumni HMI yang kemudian di sahkan pada tanggal 17 September 1966. Pada awalnya KAHMI sendiri merupakan badan khusus HMI sebagai tempat informasi sekaligus berfungsi sebagai wadah konsultasi bagi HMI setempat. Sejalan perkembangan HMI perkembangan KAHMI dari waktu mengalami berbagai dimanika, hingga akhirnya terdapat perbedaan organisatoris yang sangat mendasar antara KAHMI dan KOHATI. Saat ini KOHATI masih memiliki hubungan organisatoris dengan HMI, sedangkan KAHMI yang semula memiliki hubungan organisatoris dengan HMI pada tahun 1987 secara resmi putus hubungan dengan HMI. Putusnya hubungan organisatoris ini tidak lain disebabkan karena pada saat itu KAHMI sudah menjadi ormas tersendiri. Sejak itu kemudian dibentuk Presidium KAHMI nasional.

Keberadaan KAHMI di Kalimantan Tengah akhir – akhir ini cukup menjadi perhatian khusus di kalangan anggota, pengurus maupun alumni HMI. Menjadi sebuah hal wajar apabila ada perhatian dan harapan atas perkembangan KAHMI di Kalimantan Tengah. Meski saya menyebutnya setetes harapan minimal itulah yang bisa di berikan saat ini. Setetes harapan bisa diartikan kecil maupun sebaliknya, setetes harapan bisa dianggap kecil bila keberadaan KAHMI tidak memiliki makna, adanya seperti tiada, peran dan fungsinya sebagai lanjutan perwujudan pengabdian dalam perjuangan mencapai tujuan HMI atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT tidak dirasakan. Sama halnya ketika adanya KAHMI justru menjadi batu sandungan atas terciptanya masyarakat cita Indonesia yang adil dalam kemakmuran, dengan demikian kepada KAHMI harapan itu menjadi semakin kecil bahkan tidak lagi setetes, mungkin setitik pun tidak sampai. Adanya KAHMI bukan untuk merebut kepentingan sesaat yang bisa melahirkan praktek-praktek penyalahgunaan kesempatan dengan jalan mengambil kesempatan di tengah kesempitan bangsa yang besar dalam kungkungan krisis multidimensi dalam ritme geliat perubahan menuju Indonesia yang dicita-citakan.

Manfaat adanya KAHMI tentunya bukan hanya untuk pengurusnya saja, akan tetapi bagaimana peran KAHMI kepada anggota – anggotanya yang mengalami kesulitan bisa di buktikan dalam langkah yang lebih kongkrit dan nyata. Sama halnya bila KAHMI di analogikan dengan sapu lidi, sebatang lidi tak akan mampu membersihkan sampah yang besar, akan patah sebatang lidi tersebut bila dipaksakan untuk menyingkirkan sampah besar. Selain itu bila di ibaratkan sebuah tali pada sapu lidi juga, ikatan KAHMI harapannya adalah pemersatu, tidak ada kalimat konflik dalam KAHMI, baik itu konflik pribadi mapun konflik dalam tataran yang lebih luas.

Harapan berkembangnya wadah Alumni HMI di Kalimantan Tengah menjadi besar ketika KAHMI tidak hanya mampu menyatukan tetapi lebih merekatkan potensi umat islam sekaligus menjadi pilar penting bagi perkembangan dakwah Islam di Kalimantan Tengah. Harapan yang sebelumnya berupa tetesan kecil akan menjadi sebuah tetesan harapan yang besar, bukan hanya tetesan ibarat tetesan hujan gerimis, melainkan tetesan yang sangat besar hingga tetesannya mampu mewarnai bumi Kalimantan Tengah. Solidnya KAHMI di bumi tambun bungai juga menjadi harapan bagi kaum lemah, minimal hal ini tercermin ketika pelantikan KAHMI kota Palangkaraya disebutkan bahwa program kerja KAHMI di kota palangkaraya kedepan lebih dititik beratkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat baik dengan metode yang bersifat edukatif (mendidik) dan aplikatif (penerapan) dalam tujuan mengurangi kesenjangan sosial dan pengangguran dengan tetap menyelaraskan kepada program-progam pembangunan yang telah dicanangkan oleh pemerintah Kota PalangkaRaya khususnya untuk pemberdayaan ekonomi ini..
Harapan lain yang muncul antara lain ketika melihat tujuan KAHMI, yang antara lain disebutkan bahwa tujuan KAHMI adalah “Terbinanya cendikiawan muslim yang berakhlaqul karimah, jujur, adil, dan berdedikasi tinggi (tanpa pamrih) dalam meningkatkan pengabdiannya kepada Allah SWT, serta berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dan negara Republik Indonesia, demi Kesejahteraan umat manusia menuju masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT. Dengan demikian bukan hal mustahil harapan yang mulanya tetesan kecil bisa menjadi tetesan besar yang jatuh nya ibarat tetesan air hujan sepanjang masa.

Menjadi catatan penting untuk KAHMI, kejadian ini akan terjadi apabila KAHMI senantiasa melakukan upaya perjuangan keras dalam mewujudkan tujuannya. Terakhir sesuai Anggaran Rumah Tangga HMI keberadaan KAHMI dalam menjaga nama baik HMI, meneruskan misi HMI di medan perjuangan yang lebih luas, dan membantu HMI dalam merealisasikan misinya, perlu dijaga dan dikembangkan. Semoga Allah, SWT senantiasa memberikan taufiq dan hidayahnya.

YAKIN USAHA SAMPAI.

1 Response so far »

  1. 1

    peran kahmi memang berimplikasi terhadap HMI sehingga tujuan hmi pun diteruskan di kahmi. namun yang terjadi pada saat tataran pribadi dicampur baurkan dengan urusan organisasi bahkan politik disinilah runtuhnya kekuatan dan semangat hmi dan kahmi


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: