PERJUANGAN TIADA AKHIR.

Dalam sebuah perjalanan tentu ada akhir, namun tidak untuk perjalanan ini, perjalanan ini adalah perjalanan panjang tanpa henti yang hanya akan berhenti ketika kita mati.



Ini adalah sebuah proses yang sangat panjang dan rintangannya pun melebihi sebuah rute perang gerilya.

Inilah adalah upaya keras untuk melakukan sebuah kata yang mudah di ucapkan namun sulit untuk dilakukan.

Ini adalah proses tiada henti yang tidak bisa di samakan dengan sebuah proses kerja mesin yang bisa kita matikan sewaktu-waktu



Perjalanan ini adalah perjuangan, untuk sebuah cita yang sangat besar, sebuah tujuan yang tidak akan pernah berakhir sampai kapan pun. Inilah medan juang yang tidak mengenal batas wilayah, selama kita masih berpijak diatas muka bumi, perjuangan ini akan terus berlanjut.



Perjuangan ini adalah kerja kemanusiaan dalam bingkai kesadaran kolektif, berlandas pada kekuatan yang tidak pernah akan sirna selama hati nurani dan kebenaran hakiki Illahi masih ada. Perjuangan ini juga berlandaskan pada sebuah kesepakatan tetap, yaitu mengacu pada nilai objektivitas dan kebenaran.

Ini adalah perjuangan tiada henti dan tiada akhir, sebuah proses yang tetap akan berjalan walau riak bahkan gelombang sekalipun yang hadir, maka tidak akan terhenti dengan begitu saja.



Pelaku perjuangan ini tidak akan pernah habis atau dalam kata lain para aktor perjuangan ini tidak akan pernah hilang, walau badai yang menerjang seganas badai tornado. Generasi penerus perjuangan ini akan terus muncul sejalan dengan satu aktivitas perjuangan berupa kaderisasi. Di tangan-tangan generasi terbaru di serahkan sebuah tanggung jawab untuk mengawal proses perjuangan.



Inilah Perjuangan dengan dua komitmen utama, yaitu Komitmen Ke islaman dan ke Indonesiaan. Sebuah corak pemikiran yang murni lahir dari rahim ibu pertiwi indonesia. Fase awal kehidupannya di iringi dengan desingan peluru dan semangat revolusi.



Banyak kondisi yang telah di tapak, dengan segala jejak dari sebuah kondisi kritis di lanjutkan dengan fase ujian sejarah terberat ketika di haruskan berhadapan dengan sesama putra bangsa. Perjuangan ini penah menyusuri lorong waktu dengan gegap gempita, riuh rendah maupun hiruk pikuk suara proses menuju arah perjuangan, fase menyakitkan ketika harus pecah menjadi dua dengan kemiripan bentuk dan sifat.

Masih panjang perjuangan ini kawan…



Palangkaraya, Medio Maret 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: